27 Sep 2023·Organic farming

Hidroponik Kangkung Di Ember, Solusi Mudah untuk Budidaya Kangkung

Kangkung adalah sayuran yang dikenal oleh seluruh orang Indonesia. Rasanya yang enak dan harga nya yang murah menjadikan kangkung sebagai sayuran favorit dikalangan masyarakat. Kangkung dapat ditemukan tumbuh liar dialam, dan sebagian besar orang juga membudidayakannya.

Hidroponik Kangkung Di Ember | Kangkung merupakan jenis sayuran yang tumbuh liar atau ditanam sebagai bahan makanan sebagian besar orang Indonesia. Tanaman kangkung dapat ditemukan di berbagai wilayah di Asia, terutama di daerah berair. Saat ini, ada dua jenis kangkung yang dikenal oleh masyarakat, yaitu kangkung darat (Ipomoea Reptans) dan kangkung air (Ipomoea Aquatica). Selain memiliki perbedaan dalam fisik, cara pemanenan kedua jenis kangkung ini juga berbeda; kangkung darat langsung dicabut saat panen beserta akarnya, sementara kangkung air dipotong atau diputik.

Hidroponik Kangkung Di Ember

Memang, saat ini semakin banyak minat terhadap metode hidroponik karena metode ini memberikan kemudahan bagi orang yang memiliki keterbatasan lahan untuk bercocok tanam. Salah satu jenis tanaman sayuran popular yang sering ditanam menggunakan cara hidroponik adalah kangkung. Ada Banyak sekali cara mudah untuk menanam kangkung. Kangkung dapat ditanam dalam baskom atau botol plastik bekas, dan juga dapat ditanam secara hidroponik dalam ember. Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya kangkung dengan metode hidroponik dalam ember:

Alat dan Bahan

Berikut adalah daftar alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk budidaya kangkung dengan metode hidroponik dalam ember:

  • Benih kangkung berkualitas.
  • Plastik besek.
  • Jaring Nyamuk Magnet (Magnetic Mosquito net).
  • Pupuk hidroponik (AB mix hidroponik).
  • Ember plastik.

Cara Hidroponik Kangkung Di Ember

Proses Pembibitan Benih Kangkug

  • Pertama-tama, siapkan benih kangkung yang akan digunakan dalam budidaya hidroponik.
  • Rendam perendaman bibit kangkung kedalam air dingin atau air hangat. Tujuannya adalah untuk melakukan seleksi terhadap benih yang berkualitas. Benih yang mengapung dapat dibuang, karena ini menandakan bahwa benih tersebut kurang berkualitas atau tidak sehat.
  • Kemudian, basahi benih yang telah diseleksi dengan air hangat.
  • Tempatkan benih yang sudah dibasahi di tempat yang gelap selama semalaman.
  • Proses ini perlu dilakukan supaya benih kangkung lebih mudah untuk berkecambah saat ditanam dalam sistem hidroponik.

Pembuatan Media Nutrisi Hidroponik untuk Pertumbuhan Kangkung

  • Tambahkan kurang lebih 1 liter air dan campurkan pupuk atau nutrisi hidroponik pada setiap ember dan harap dipastikan bahan-bahan tersebut telah tercampur dengan baik.
  • Setelah pencampuran selesai, tuangkan campuran ke dalam ember plastik hingga mencapai tingkat dasar besek plastik tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bibit kangkung dari pembusukan akibat kelebihan air.

Pergantian Nutrisi Hidroponik untuk Pertumbuhan Kangkung

  • Kualitas dan kualitas air harus dipastikan dalam kondisi yang baik.
  • Setelah binih tumbuh, lakukan penambahan atau pergantian nutrisi apabila air mengeluarkan bau tidak sedap atau berkurang karna penyerapan oleh akar.
  • Ketika tanaman mencapai usia 2 minggu, penting untuk meningkatkan konsentrasi nutrisi. Awalnya, Anda menggunakan 5 ml nutrisi per liter air, namun sekarang Anda dapat meningkatkannya menjadi 7-9 ml per liter.

Proses Pemanenan Kangkung dalam Sistem Hidroponik

Kangkung yang ditanam dalam ember dengan metode hidroponik dapat dipanen setelah mencapai usia sekitar 2-3 minggu atau ketika panjang batangnya mencapai sekitar 20-25 cm.

Cara Perawatan Tanaman Hidroponik

Berikut beberapa metode perawatan tanaman hidroponik di dalam rumah yang dapat diimplementasikan:

Sumber Cahaya Harus Mencukupi

Kebutuhan akan sinar matahari tanaman akan bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran taman hidroponik yang digunakan.

Pertahankan Suhu Ruangan yang Optimal

Suhu yang ideal untuk tanaman hidroponik akan bervariasi sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam. Secara umum, suhu ruangan biasa cenderung cocok untuk pertumbuhan sebagian besar tanaman.

Jaga Kebersihan Air dan Larutan Nutrisi Hidroponik

Apabila larutan nutrisi dalam sistem hidroponik mulai terlihat keruh, segera lakukan pergantian dan pastikan untuk membersihkan saluran air sebelum mengisi ulang larutan nutrisi tersebut.

Berikan Air Sesuai Kebutuhan

Air adalah unsur penting dalam memberikan nutrisi kepada tanaman hidroponik. Namun, pastikan untuk tidak memberikan air dalam jumlah berlebihan agar tanaman tidak tergenang.

Lakukan Pemeriksaan Kondisi Tanaman secara Teratur dan Rutin

Seperti halnya dengan tanaman lainnya, penting untuk secara berkala memeriksa keadaan tanaman hidroponik dengan teliti. Pastikan penyediaan air mencukupi, hindari pertumbuhan ganggang yang berlebihan, dan evaluasi apakah tanaman memerlukan dukungan tambahan atau tidak.

Bahan Nutrisi Hidroponik Dari Nasi Basi

Berikut adalah daftar bahan alami yang dapat digunakan sebagai nutrisi hidroponik, beserta langkah-langkah pembuatannya:

Alat dan Bahan

  • 3-4 genggam tangan orang dewasa Nasi yang sudah basi.
  • Air yang belum bercampur dengan bahan kimia, seperti air sumur (1 gayung).
  • Gula aren atau gula pasir (setengah kg).
  • Baskom yang biasa dipakai sebagai tempat nasi atau sayuran.
  • wadah pengaduk untuk mencampur bahan (Ember, dll.).
  • Toples atau botol bekas digunakan untuk menyimpan larutan.
  • Pengaduk untuk mengaduk bahan.dapat menggunakan plastik atau kayu

Cara Pembuatan

Proses Tahap Pertama adalah Memperbanyak Kandungan Mikroorganisme dengan cara:

  • Gunakan sebuah baskom sebagai wadah untuk menampung nasi basi.
  • Tutup baskom yang telah di isi dengan nasi yang telah basi dengan menggunakan kertas atau daun kering.
  • Jangan menutupnya sepenuhnya untuk memungkinkan sirkulasi udara di dalam wadah.
  • Simpan baskom yang telah berisi nasi tersebut diruangan yang gelap atau kurang Cahaya selama tiga sampai lima hari sampai tumbuh jamur yang berwarna kekuningan.
  • Apabila jamur tersebut belum tumbuh, biarkan beberapa hari lagi sampai jamur tersebut muncul.

Proses Tahap Kedua adalah Pembuatan Cairan Gula dengan cara:

  • Rebus air sumur atau air hujan sampai mendidih, kemudian tambahkan gula aren atau gula pasir secukupnya kemudian aduk sampai larut sepenuhnya.
  • Setelah gula larut, biarkan larutan gula tersebut mendingin dengan sendirinya.
  • Keluarkan nasi yang telah ditumbuhi dengan jamur, kemudian masukkan ke dalam ember plastik.
  • Tuangkan air larutan gula yang sudah dingin ke dalam ember berisi nasi yang telah ditumbuhi jamur.
  • Aduk campuran tersebut menggunakan alat pengaduk hingga nasi benar-benar terendam dalam larutan gula, pastikan merata.
  • Setelah semua bahan tersebut tercampur dengan merata, lakukan pemindahkan campuran ini ke dalam toples atau botol bekas air mineral.
  • Simpan campuran nasi dan larutan gula dalam botol selama kurang lebih tujuh hari di tempat yang gelap dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Cara penggunaannya adalah:

  • Campurkan larutan nutrisi dengan air sumur dalam perbandingan 1 liter pupuk cair organik untuk 5 liter air sumur.
  • Biarkan tanaman tumbuh selama satu atau dua minggu, hingga akar dan daun baru mulai terbentuk.
  • Berikan larutan nutrisi secara berkala jika wadah hampir habis, tetapi jangan terlalu sering agar tidak ada pemborosan.