30 Sep 2023·Organic farming

Cara Hidroponik Selada Hijau, Panduan Praktis Hidroponik Selada

Anda suka membeli makan burger atau salad? Tetapi, kali ini kita tidak akan membahas burger lebih lanjut. Salah satu jenis sayuran segar yang sering digunakan dalam burger adalah selada.

Hidroponik Selada Hijau | Budidaya selada secara hidroponik adalah metode baru dalam teknik penanaman yang tidak memerlukan media tanah. Pada dasarnya, teknik ini mengandalkan air sebagai media tumbuh tanaman. Apakah Anda suka membeli makanan cepat saji seperti burger atau salad? Sebuah burger lengkap dengan roti, daging, saus, keju, dan sayuran segar bisa sangat memuaskan selera Anda dengan rasa yang nikmat. Tetapi, kali ini kita tidak akan membahas burger lebih lanjut. Salah satu jenis sayuran segar yang sering digunakan dalam burger adalah selada. Selada, dengan warna hijau muda yang khasnya, akan memberikan rasa segar dan tekstur yang unik ketika Anda menggigit burger tersebut.

Hidroponik Selada Hijau

Cara Menanam Selada Hidroponik

Pembudidayaan selada terdiri dari empat tahap utama, yaitu semai, pindah tanam, pembesaran, dan pemanenan. Tahap awal adalah persiapan yang sangat penting untuk hasil maksimal, yaitu dengan cara:

  • Untuk tahap semai, persiapkan alat dan bahan seperti rockwool berwarna kuning pucat, gergaji besi, tusuk sate, sprayer, dan benih selada.
  • Potong rockwool menjadi 18 bagian dengan ketebalan 2-3 cm. Iris rockwool sedalam 1 cm agar bagian-bagian tidak terpisah.
  • Lubangi rockwool dengan tusuk gigi atau tusuk sate sedalam 0,5 cm dan masukkan satu benih ke setiap lubang.
  • Semprot tusuk gigi dengan air menggunakan sprayer agar benih menempel dengan baik. Pindahkan rockwool ke alas atau nampan dan basahi dengan air hingga lembab.
  • Tempatkan rockwool di lokasi yang mendapatkan sinar matahari yang cukup. Jaga agar selalu lembab selama proses semai.
  • Pantau perkembangan selada selama tahap semai. Mulai dari tunas putih di hari pertama hingga munculnya daun hijau pada hari ketiga hingga keenam.
  • Pada hari kesembilan dan sepuluh, selada akan melalui tahap selanjutnya menuju pemanenan. Setelah sepuluh hari dari tahap semai, selada sudah siap untuk dipindahkan. Meskipun ukurannya masih kecil dengan tiga sampai empat helai daun, yang terpenting adalah selada tetap segar dan sehat. Langkah berikutnya yaitu:
  • Pastikan bahwa seluruh bagian rockwool telah tumbuh dengan baik. Jika ada bagian yang terlalu kecil atau tidak tumbuh, jangan dipindahkan.
  • Untuk pemindahan, persiapkan netpot yang dilengkapi dengan sumbu dan flanel.
  • Sediakan juga sistem hidroponik berupa bak plastik berbentuk persegi empat yang cukup untuk menopang netpot. Bak plastik ini sudah dilubangi untuk tempat netpot dan penyaluran air nutrisi di bawahnya. Pastikan konsentrasi air nutrisi berkisar antara 300-500 ppm dengan mengukurnya menggunakan TDS meter.
  • Pisahkan setiap bagian rockwool yang telah tumbuh dengan garis yang sudah dibuat pada tahap semai. Gunakan gergaji besi dengan kedalaman potongan sekitar 1 cm. Pisahkan dengan menggunakan cutter.
  • Saat memisahkan tanaman, Anda juga dapat melakukan seleksi dan pemilihan tanaman terbaik untuk dipindahkan.
  • Masukkan satu-persatu tanaman ke dalam netpot hingga menyentuh kain flanelnya. Ulangi proses ini hingga semua lubang pada media baru terisi.
  • Pastikan kain flanel pas dan menyentuh dasar air nutrisi untuk memastikan penyaluran nutrisi tidak terhambat.

Pembesaran Hidroponik Selada Hijau

Pada tahap ini, pembudidaya selada hidroponik dapat secara cermat memantau perkembangan selada hingga saat panen. Penting untuk melakukan pemeriksaan setiap 1-2 hari untuk mengukur tingkat kepekatan air, memastikan apakah perlu penambahan nutrisi. Jika terjadi penurunan kepekatan, segera tambahkan nutrisi yang diperlukan. Dari hari ke sebelas hingga keenam belas, daun selada mulai melebar dan menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya. Pada hari ke tujuh belas, tingkat kepekatan air ditingkatkan menjadi 800 ppm. Jika air nutrisi menjadi keruh atau tercemar, segera gantilah dengan yang baru. Meskipun pertumbuhannya mungkin lebih lambat dibandingkan dengan tanaman lain seperti cabai atau bayam, selada tetap mempertahankan warna daun yang segar. Pada hari ke-20 hingga ke-21, daun selada mulai muncul dari batas netpot. Selama dua hari berikutnya, tingkat kepekatan air nutrisi kembali ditingkatkan menjadi 1.000 ppm. Seperti sebelumnya, jika air nutrisi terlihat kotor, segera gantilah dengan yang bersih. Dari hari ke-27 hingga ke-30, daun selada akan tumbuh besar, dan perlu perhatian ekstra terhadap masalah hama dan penyakit agar proses pemanenan sukses. Pada hari ke-31, tingkat kepekatan air nutrisi kembali dinaikkan menjadi 1.200 ppm. Penting untuk diingat bahwa mulai dari hari ke-30 hingga saat panen, air nutrisi harus diperiksa setiap hari karena penyerapan nutrisi akan meningkat seiring dengan pertumbuhan tanaman yang semakin besar.

Pemanenan Selada Hidroponik

Pada hari ke-32 hingga 33, daun selada telah mencapai ukuran yang besar dan lebar, mencapai standar panen. Ini menandakan bahwa selada sudah matang dan siap untuk dipanen. Biasanya, panen selada dilakukan ketika tanaman berusia 35-40 hari. Namun, Anda dapat menyesuaikan waktu panen sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda menanam selada sendiri, panen sudah bisa dilakukan pada usia 30 hari. Penting untuk tidak membiarkan selada terlalu tua karena hal ini dapat menghasilkan rasa yang pahit. Saat panen, selada dapat dengan mudah dicabut dari netpot. Sayuran hijau ini siap untuk digunakan, dengan daun-daunnya yang segar dan sehat.